Perbedaan Gadai Syariah dan Konvensional, Pilih Mana?

Perbedaan Gadai Syariah dan Konvensional, Pilih Mana?

Apakah anda berencana untuk menggadaikan sesuatu? Mungkin banyak diantara Anda yang masih bingung untuk memilih apakah mau gadai di sistem Syariah atau konvensional. Sebelum kemudian ada memutuskannya, ada baiknya kemudian pelajari terlebih dahulu perbedaan gadai syariah dan konvensional dengan baik agar paham dan mengerti.

Ya saat ini memang ada dua jenis sistem gadai yang tersedia di masyarakat. Beberapa lembaga gadai menyajikan dan menyediakan dua pilihan sistem tersebut baik itu Pegadaian resmi ataupun lainnya. Adapun kedua sistem yang dimaksud adalah sistem dengan menggunakan Syariah ataupun juga dengan menggunakan sistem konvensional biasa. 

Perbedaan Gadai Syariah dan Konvensional

Beberapa Perbedaan Gadai Syariah dan Konvensional

Ada beberapa perbedaan gadai syariah dan konvensional yang kemudian membedakan sebetulnya. Kita harus melihat perbedaan dari Hal mendasar terlebih dahulu. Salah satu diantaranya adalah dari sistem yang digunakan oleh kedua lembaga gadai tersebut.

Sistem yang ada pada gadai Syariah sebetulnya menyempurnakan apa yang ada pada sistem konvensional. Dalam hal ini syariah lebih menekankan pada penggunaan akad sesuai dengan sistem Syariah.

1. Barang yang digadaikan

Barang yang digadaikan biasanya memang barang yang berharga. Kedua lembaga tersebut menerima jenis barang berharga untuk digadaikan. Akan tetapi untuk lembaga gadai Syariah biasanya menerima prioritas untuk jenis barang berharga seperti gadai emas logam mulia, perhiasan, dan lainnya. Sementara untuk gadai konvensional, itu bisa dalam bentuk apapun termasuk BPKB motor dan mobil.

2. Keuntungan pihak gadai

Pihak gadai mengambil keuntungan tentu berbeda. Kalau gadai konvensional, keuntungan yang mereka ambil berasal dari bunga yang dikenakan kepada ada pihak yang menggadaikan barang. Biasanya bunga yang dikenakan sekitar 2,3 per bulan. Besaran bunganya pun biasanya ditentukan oleh besaran pinjaman. Sementara gadai syariah tidak ambil untung dari bunga melainkan ambil untung hanya dari jasa pemeliharaan barang jaminan. Ada ada jasa sewa tempat penyimpanan barang berharga.

3. Skema dan akad

Skema pinjaman dalam gadai konvensional biasanya memang akan mengenakan biaya bunga bergantung kepada Berapa lama dan besaran pinjaman yang dipinjam. Sementara untuk gadai Syariah akan menerapkan skema akad yakni dengan menyerahkan anggunan atau lahan barang digadaikan. Kemudian dia akan mendapatkan pinjaman sebesar 85 -90 dari harga barang yang digadaikan tersebut.

4. Jangka waktu

Sementara itu mengenai jangka waktu, sebetulnya memang tidak beda jauh antara gadai syariah dan juga konvensional. Jangka waktu yang biasanya ditawarkan adalah sekitar 100 hari ataupun juga 4 bulan. Namun demikian anda masih bisa melakukan perpanjangan Jika dalam waktu jangka tertentu belum bisa melunasi hutang gendang Adik pinjam lewat lembaga gadai.

5. Biaya yang dikenakan

Kalau di gadai konvensional gaya yang dikenakan itu adalah biaya administrasi dan juga biaya atas bunga pinjaman. Sementara dalam gadai Syariah biaya yang dikenakan hanya biaya ya atas penitipan barang saja beserta dengan biaya administrasi dan lainnya seperti pengelolaan pergantian barang hilang, asuransi dan lainnya.

Demikian beberapa penjelasan penting mengenai perbedaan gadai syariah dan konvensional. Semoga penjelasan di atas memberikan pencerahan buat Anda yang saat ini mungkin sedang mencari lembaga gadai.

Share

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan Gadai Syariah dan Konvensional, Pilih Mana? "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel