Kominfo Blokir 738 Situs dan Aplikasi StartUp Fintech

Kominfo Blokir 738 Situs dan Aplikasi StartUp Fintech


Sepertinya OJK kini mulai serius dalam mengatur kegiatan fintech yang bermunculan di internet. Banyaknya kasus penipuan yang dilakukan oleh fintech abal-abal tersebut membuat OJK mengambil tindakan tegas. Tindakan tegas itu adalah dengan cara meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokir situs dan aplikasi fintech abal-abal yang ada di indonesia.

Sampai Desember ini, Kemenkominfo sudah memblokir sekitar 211 website dan 527 aplikasi yang ada di google play Store. Sebelumnya memang dikabarkan bahwa Kominfo melakukan kerjasama dengan google dan apple untuk melakukan pemblokiran  tersebut.

Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu mengatakan bahwa pemblokiran paling banyak dilakukan pada bulan desember ini. Menurutnya, pada Desember 2018, yakni sebanyak 134 website yang diblokir.

“Sementara aplikasi dalam google playstore terbanyak diblokir pada Desember sebanyak 216 aplikasi," ungkapannya.

Pemblokiran sebetulnya sudah dilakukan sejak bulan juli tahun ini. namun jumlah pemblokiran di  bulan-bulan sebelumnya tidaklah begitu banyak seperti yang dilakukan di akhir tahun ini. Berikut datanya: Agustus = 140 aplikasi, September = 77 website dan seterusnya.

Kenapa Diblokir?
Alasan pemblokiran dilakukan karena fintech tersebut ilegal alias tak memiliki izin dari OJK. Selain itu, pemblokiran juga tidak  dilakukan secara sembarangan melainkan  atas dasar penelitian dan bukti-bukti penipuan sebelumnya.

Data yang diambil adalah karena adanya aduan yang dilakukan masyarakat  kepada @aduankonten. Aduan  tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh satgas khusus waspada investasi  ilegal yang anggotanya terdiri dari 13 kementerian. Setelah diketahui adanya indikasi penipuan, maka kemudian dimasukan dalam list yang direkomendasikan untuk diblokir agar tak  merugikan.

Jangankan yang Belum Dapat Izin OJK..
Kini sepertinya ojk memang benar-benar serius dalam melindungi keuangan rakyat dari kasus-kasus penipuan dalam bentuk fintech ini baik dalam bentuk investasi ataupun lending (peer-to-peer lending).  Bukan hanya yang belum dapat izin jadi sasaran pemblokiran, bahkan yang sudah dapat izin juga sama.

Belum lama ini diketahui bahwa ada 6  perusahaan fintech yang dicabut izinnya, padahal sudah terdaftar. Kenapa itu dilakukan ojk? Karena memang perusahaan itu terbukti melakukan kecurangan dan merugikan masyarakat. Apa saja startup fintech yang dicoret itu?
  • PT Relasi Perdana Indonesia (Relasi)
  • PT Progo Puncak Group (Pinjamwinwin)
  • PT Karapoto Teknologi Finansial (Karapoto)
  • PT Danakita Data Prima (DanaKita)
  • PT Tunaiku Fintech Indonesia (Tunaiku)
  • PT Dynamic Credit Asia (Dynamic Credit)


Nah sepertinya kedepan memang ojk akan hanya memprioritaskan perusahaan fintech yang benar-benar berintegrasi tinggi. Artinya perusahaan harus benar-benar menjaga dana nasabah dan tak melakukan kecurangan karena itu akan jadi ancaman nantinya untuk pihak fintech itu sendiri. Ya, kalau gak patuh, maka siap-siap akan diblokir dan bahkan dicabut izinnya oleh OJK. 

Share

Belum ada Komentar untuk "Kominfo Blokir 738 Situs dan Aplikasi StartUp Fintech "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel