Setelah Fintech, Kini Bakal Booming InsurTech

Setelah Fintech, Kini Bakal Booming InsurTech

Dua tahun terakhir kita sangat booming dan familiar dengan istilah financial technology atau biasa disebut juga dengan Fintech. Nah sekarang dan beberapa tahun kedepan diprediksi ada satu lagi yang bakal booming. Apa itu? Konon katanya yang saat ini sudah ada tanda-tanda kemunculannya adalah insurance technology..

Apa Itu Insurance Technology? 
Insurance technology itu hampir sama dengan fintech dari segi cara kerjanya. Terdiri dari dua kata yakni insurance yang artinya asuransi, dan technology yang atinya sarana yang dibuat untuk memudahkan aktivitas kehidupan manusia. Apa teknologi yang booming sekarang? Salah satunya adalah  teknologi digital internet..

Jadi, insurance technology bisa diartikan sebagai sarana asuransi yang merupana sarana perlindungan apa yang belum terjadi di masa yang akan datang dengan menggunakan teknologi digital. Asuransi bisa dalam bentuk banyak hal mulai dari pendidikan, kecelakaan, property, dan lain sebagainya. Nanti dengan adanya insurtech, nanti orang -orang bisa mengakses asuransi dengan sangat mudah dengan hanya menggunakan smartphone saja.

Disruptor Bagi Para Agen Asuransi
Dengan adanya InsurTech ini, diprediksi bahwa ini semua akan menjadi  disruptor bagi para agen asuransi yang selama ini beroperasi. Agen asuransi pada umumnya melakukan penawaran asuransi secara door to door belum sepenuhnya menggunakan teknologi digital. Nah dengan adanya InsurTech ini, orang-orang bisa saja tak harus melewati agen dulu untuk bisa bergabung.

Sementara itu bagi pengusaha asuransi, ini bisa jadi peluang yang sangat besar karena memang bisa menghemat biaya. Sebelumnya, biaya cukup besar dikeluarkan untuk memberikan komisi pada para agen sehingga tak sedikit agen-agen asuransi yang mendadak kaya, bisa jalan-jalan keluar negeri dan lainnya karena komisi yang didapatkannya itu. Nah dengan adanya InsurTech ini, maka sepertinya posisi agen asuransi akan sedikit terganggu.

InsurTech Gunakan Teknologi Big Data
Kabarnya teknologi yang digunakan dalam InsurTech ini sudah menggunakan big data. hampir sama dengan fintech khususnya fintech lending yang sekarang sudah menggunakan metode big data. Saya sudah menuliskannya dalam tulisan berikut , silahkan buka.

Nah dalam asuransi juga sepertinya tak akan beda jauh dengan fintech ini, hanya saja ada beberapa perubahan dan perbedaan pada beberapa hal. Dalam hal ini, sebaiknya anda bisa pahami bahwa ada learning machine yang digunakan dalam teknologi asuransi tersebut.

Ide 'Gila' dalam InsurTech..
Oh ya beberapa waktu lalu saya pernah mengikuti sebuah seminar di universitas widyatama. Pada waktu itu, seminar tersebut bertajuk Widyatama Information System Event 2018 (WISE 2018) dengan tema 'Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Ekonomi Kreatif'.

Pada waktu itu, pembicaranya adalah seorang profesor dalam bidang sistem informasi. Dia juga adalah seorang lulusan dari harvard. Dia bernama Prof Richardius Eko Indrajit. Nah dia memang jago dalam sistem informasi. Pada waktu itu juga beliau menyebutkan beberapa ide sistem yang bisa dibuat di masa depan seperti di Asuransi.

Nanti katanya asuransi bakal mudah ditawarkan dan diakses yang membutuhkannya. Saat dalam pesawat, diatas ketinggian sekian ribu meter dari darat, kondisinya tak jelas. Kadang ada angin, hujan bahkan petir. Dalam kondisi tak menentu seperti itu, penyedia asuransi akan memberikan sms kepada penumpang di pesawat itu yang isinya adalah asuransi.

Kata-katanya bisa saja didramatisir sedemikian rupa, misalnya 'lihat keluarga anda di rumah menanti anda. Kalau ada apa-apa sama anda, bagaimana dengan mereka. Segera beli asuransi sekarang hanya 50 ribu untuk tanggungan keluarga dan anakmu sebesar 250 juta, untuk mengantisipasi hal tak diinginkan dalam penerbangan' atau kata -kata lainnya. Dengan cara itu sepertinya asuransi akan laku khususnya asuransi dalam penerbangan..

Prediksi Profesor Rhenald Kasali

Sementara itu, profesor lain yang juga memprediksi akan munculnya InsurTech adalah Prof Rhenal Kasali. Dia seorang penulis buku Disruption yang memang paham akan masalah di era digital ini. dia mengatakan:

"Setelah fintech itu insurance technology. Saya kira enggak lama, sekarang sudah mulai banyak insurance technolgy dijual di luar negeri, jadi dugaan saya setahun dua tahun ke depan akan ada insurance technology di Indonesia," ujar dia seperti dilansir liputan6, 15 Maret 2018.


OJK Tengah Menggodok Regulasi InsurTech
Bahkan kabar terbaru juga, ternyata Otoritas Jasa Keuangan juga telah menggodok regulasi yang akan mengatur InsurTech tersebut. Ini sudah menjadi tanda-tanda kemunculan insurtech yang memang sebentar lagi bakal booming.

Nah dari fakta tersebut, mari kita nantikan bagaimana perkembangan InsurTech itu di indonesia. Semoga Syariah juga bisa berperan meramaikan dan memberikan solusi perlindungan bagi umat.

Share

Belum ada Komentar untuk "Setelah Fintech, Kini Bakal Booming InsurTech"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel