Peran Investasi Syariah dalam Perekonomian Nasional

Peran Investasi Syariah dalam Perekonomian Nasional


Dalam kesempatan kali ini, saya mau share hasil seminar yang saya ikuti beberapa waktu lalu. Ini adalah seminar yang diadakan oleh himpunan jurusan manajemen keuangan syariah (MKS) UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam rangka event tahunan yang sudah biasa dilakukan.

Dalam seminar tersebut, menghadirkan tiga pembicara perwakilan yakni pertama dari otoritas jasa keuangan (OJK) kedua dari Bank Indonesia (BI), dan satu lagi dari bank syariah yang ada di jawa barat.  Dari seminar tersebut, saya hanya menyimak pemaparan tentang tentang materi 1 dan 2 saja.

Nah mohon maaf juga kalau yang akan saya share disini juga tak begitu banyak. Sebagian besar yang dibahas adalah tentang sukuk syariah yang mana kemudian dipertanyakan terlebih dahulu diawal pemaparan yakni apakah sukuk ini berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional atau tidak??

Apa itu Sukuk?
Sukuk adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pembahasan tentang sukuk ini sebetulnya perundang-undangannya dibuat dan dibahas dengan sangat cepat sekali yakni hanya 3 bulan saja. Dalam pembahasan juga katanya pernah terjadi perdebatan yakni asalnya adalah Surat Berharga Negara Syariah, namun karena ada ‘Negara Syariah’, lalu kemudian  ada banyak menentang dan akhirnya dibalik.

Untuk mengetahui tentang posisi sukuk, maka kita harus paham tentang instrumen pembiayaan negara.  Nah sebagaimana diketahui bahwa instrumen pembiayaan negara itu terdiri dari tiga hal yakni:
  1. Sukuk
  2. Pinjaman (hutang)
  3. Hibah

Dari ketiga itu, hanya dua yang selama ini banyak digunakan yakni sukuk dan hutang. Nah jadi jelas bahwa sukuk ini punya peran dalam instrumen pembiayaan projek-projek strategis yang dibangun negara.. adapun perannya sebetulnya hanya membantu projek-projek yang selama ini dianggarkan APBN.

Jenis Project yang Dibiayai oleh Sukuk
Sukuk ini biasanya dibuat untuk kebutuhan dalam projek-projek negara. Seperti disebutkan diatas bahwa sukuk ini dijadikan instrumen untuk mendapatkan pembiayaan untuk membantu APBN dalam pembangunan projek-projek seperti infrastruktur. Ada dua jenis projek yang biasanya digunakan diantaranya:
  1.   Project underlying
  2.    Project financing
Pemanfaatan SBSN  dalam Projek Pembangunan
Sebetulnya jika dilihat sebetulnya SBSN ini sudah memberikan peran yang sangat bagus sekali dalam pengembangan projek-projek pembangunan.  Jadi, sebetulnya kita tak harus berhutang terus untuk melakukan pembangunan, cukup dengan menerbitkan sukuk saja. Investor hanya punya hak sewa saja, sedangkan pemilik dari bangunan-bangunan tersebut adalah milik pemerintah. Adapun beberapa projeknya diantara adalah:
  1. Jembatan
  2. Kereta
  3. PTKIN
Dari sini saya bisa tahu bahwa bangunan-bangunan besar di kampus-kampus perguruan tinggi keagamaan negeri itu dibangun dengan bantuan SBSN atau sukuk. Yang bangun adalah investor yang beli sukuk itu, sedangkan hak miilik tetap milik pemerintah. Kemudian selain kampus, juga beberapa projek jembatan Holtekamp papua juga dibangun dari SBSN, jalur kereta cirebon kroya, juga sama.

Nah jadi, jawaban dari pertanyaan apakah investasi syariah berperan atau tidak dalam pengembangan ekonomi nasional? Maka jawabannya adalah iya, namun memang perannya belum begitu signifikan. Semoga kedepan bisa menjadi lebih besar lagi peningkatannya lagi, dan diharapkan ada peran serta dari kita semua. Ada banyak yang juga sudah buka sukuk seperti Muhammadiyah yang sudah buka sukuk ritel.

Share

Belum ada Komentar untuk "Peran Investasi Syariah dalam Perekonomian Nasional"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel