BuyBack Aset Negara yang di Dijual Ke Asing Lewat Fintech

BuyBack Aset Negara yang di Dijual Ke Asing Lewat Fintech
 
Beberapa waktu lalu saya ikut seminar yang diadakan oleh ikatan alumni universitas padjajaran. Saya mungkin satu-satunya masyarakat umum yang ikut di acara itu. Kenapa? Karena yang lain yang hadir adalah para alumni serta undangan baik dari kampus lain maupun lembaga tertentu. Saya bayar 250 ribu untuk ikut seminar tersebut. Kenapa saya rela bayar mahal? Karena memang tema-nya cukup sesuai dengan passion saya selama ini.
 
Seminar tersebut mengusung tema masa depan industri keuangan, perbankan, dan telekomunikasi di era digital ekonomi 2018'. Dalam seminar tersebut, hadir banyak sekali pembicara dari beragam latar belakang mulai dari OJK, Bank, kementrian, Telkomsel dan banyak lagi yang lainnya. Seminar itu dibagi dua sesi dan selesai pada sore hari sekitar pukul 05.00..
 
Di sesi kedua setelah makan siang meski saya sudah ngantri dan gak kebagian makan.. hiks.. Bayar mahal tapi gak kebagian makan.. Tapi gak apa-apa sih soalnya saya datang kesana untuk dapatkan ilmu bukan hanya buat makan.. Kedatangan tamu spesial yakni ustadz yusuf mansyur. Dalam kesempatan itu, UYM sapaan beliau menyampaikan gagasan dari fintech payment gateway yang dimilikinya yakni PayTren.
 
Dari pemaparan beliau, saya sangat terkesan dan kerena sekali konsep yang ditawarkannya itu. Kenapa keren? Ya karena beliau menjelaskan bahwa pihaknya berencana untuk membeli aset-aset negara yang dijual ke asing. Bahkan berimajinasi untuk membeli aset-aset asing menjadi milik umat. Bahkan beberapa waktu lalu katanya sudah mengungkapkan keinginannya untuk beli salah satu bank syariah.
 
(update baru, kemarin waktu seminar lagi di unpad, ada ketua 212 mart yang bilang bahwa UYM lewat paytren memang sudah memiliki saham besar di bank bri syariah)..
 
Nah UYM menjelaskan bahwa dengan fintech, mudah sekali untuk mengumpulkan dana. Dia yakin kalau untuk mengumpulkan dana untuk membeli aset bahkan untuk membayar hutang negara, itu bisa dengan mudah sekali dilakukan. Menurut beliau, 'lebih baik berhutang kepada masyarakat daripada berhutang pada asing'.. Saat ini kata dia PayTren sedang dalam perizinan e-money dan kedepan rencana itu ingin diwujudkan..
 
Untuk mengumpulkan dana, UYM tidak meminta dana besar langsung untuk patungan pada anggota yang ada dalam komunitas PayTren itu, namun cukup dihitung  ratusan rupiah saja. Dengan sedekah 30 rupiah jika dikelola oleh fintech dan banyak sekali member yang mau menyumbang, maka akan sangat banyak. Bahkan hutang negara bisa dibayar dengan itu. Sangat keren bukan..
 
Dia juga mengutarakan keinginannya untuk membeli proyek -proyek produktif seperti tol dan lainnya yang saat ini dikuasai asing. Nah bagaimana? Kalau menurut saya sih cukup keren dan bagus untuk dikembangkan agar umat punya aset besar di negara ini.
Share

Belum ada Komentar untuk "BuyBack Aset Negara yang di Dijual Ke Asing Lewat Fintech"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel