Tantangan dan Hambatan Pengembangan Asuransi Syariah

Tantangan dan Hambatan Pengembangan Asuransi Syariah
Meski memiliki konsep yang sangat bagus namun ternyata asuransi syariah di indonesia masih mengalami beberapa kendala. Kendala tersebut memang sangat wajar namun akan lebih baik untuk diketahui tentang kendala apa saja yang selama ini menghambat itu. kalau sudah tahu kendalanya, lalu bagaimana? Kalau sudah tahu, ya tinggal perbaiki kendala itu baik itu dihilangkan, dilengkapi atau bahkan mungkin ditambah. Nah pemahaman akan kendala ini akan sangat berguna demi pengembangan asuransi syariah kedepan agar bisa semakin berkembang lagi. 

Perkembangan asuransi syariah di indonesia bukan untuk keuntungan usaha namun untuk kemaslahatan banyak orang. Bahkan bukan hanya untuk umat muslim saja melainkan seluruh warga indonesia yang terlibat. Tidak hanya muslim yang bisa atau boleh jadi peserta asuransi syariah ini, kaum non muslim juga sangat mungkin untuk bisa gabung. Dengan sistem yang tidak memberatkan dan sangat mampu mengcover beragam jenis masalah dalam kehidupan, hal itu bisa sangat membantu dalam kehidupan manusia yakni dengan berlandaskan saling membantu atau tolong menolong..

Kendala dan Hambatan Pengembangan Asuransi Syariah

Nah terlepas dari semua kebaikan itu, saat ini saya akan fokus share tentang apa saja yang sebetulnya menjadi hambatan pengembangan asuransi syariah itu.  sebetulnya memang ada banyak yang menjadi hambatan itu, namun secara umum sebagaimana disebutkan oleh Muhammad Syakir Sula dalam buku solusi berasuransi, setidaknya ada empat diantaranya adalah sebagai berikut:

Kurangnya Praktisi Asuransi Syariah..
Hambatan yang pertama adalah kurangnya tenaga ahli khusus atau spesialis dalam bidang asuransi syariah. Karena kekurangan inilah, kemudian tak banyak yang paham bagaimana seharusnya menrancang sistem asuransi yang benar-benar sesuai dengan syariah. Selama ini banyak tokoh amatiran yang menggabungkan konsep syariah dengan produk asuransi yang ditawarkannya, sehingga pada akhirnya masih terdapat unsur tidak syar’i. 

Kurangnya Sosialisasi..
Masalah selanjutnya adalah kurangnya sosialisasi. Selama ini sosialisasi yang gencar dilakukan oleh asuransi konvensional saja. Padahal sosialisasi ini sangat penting untuk dilakukan dengan tujuan untuk bisamenggaet banyak nasabah baru. Bahkan sosialisasi ini juga bisa menjadi sarana terbaik untuk menyadarka masyarakat akan pentingnya asuransi dengan berlandaskan syariah tersebut dibanding yang konvensional. 

Kurangnya Dukungan pemerintah..
Hambaran lain ada pada dukungan pemerintah yang dianggap masih kurang. Mungkin karena konsep asuransi syariah ini masih baru, maka masih terbatas dalam perjalannya karena ada  beberapa konsep yang harus disesuaikan dengan aturan yang sudah ada sebelumnya. Namun secara beriringnya waktu, ada perkembangan dimana ada beberapa dukungan riil yang diberikan oleh pemerintah terhadap perkembangan asuransi ini. 

Kurangnya Dukungan Umat..
Pada akhirnya masalah atau hambatan yang paling besar sebetulnya berasal dari dukungan umat itu sendiri. Terkadang masih banyak masyarakat  yang cuex dengan pentingnya hidup dengan aturan syariah dalam banyak hal termasuk asuransi. Banyak masyarakat bahkan umat islam sendiri yang memang masih suka dengan gaya hidup konvensional dibanding dengan yang sesuai syariah islam.
Nah apa yang disebutkan diatas mungkin hanya sedikit saja dari banyaknya hambatan yang selama ini ada dan dirasakan oleh plaku asuransi syariah. Semoga kedepan tak ada lagi hambatan pengembangan asuransi syariah yang berarti lagi.
Share

Belum ada Komentar untuk "Tantangan dan Hambatan Pengembangan Asuransi Syariah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel