Tahapan Perhitungan Bagi Hasil Dana Pihak Ketiga

Tahapan Perhitungan Bagi Hasil Dana Pihak Ketiga
Tahapan perhitungan bagi hasil menjadi tema penting yang akan kita bahas kali ini. Dalam keuangan syariah, tidak ada istilah ‘bunga’ karena itu haram, yang ada adalah bagi hasil atau biasa disebut profit and lost Sharing. Artinya bagi hasil itu adalah membagi saat mendapatkan profit ataupun saat rugi. Jadi setoran yang diberikan itu didasarkan pada kondisi apakah usaha yang dijalankan tengah untung atau tengah rugi. Ini sebetulnya letak dari keadian (fairness) yang dimiliki oleh sistem ekonomi syariah atau islam.
 
Nah kemudian yang perlu dipertanyakan disini adalah tentang bagaimana seharusnya tahapan-tahapan perhitungan itu dilakukan. Jelas bahwa dalam sistem keuangan syariah, tak ada penentuan nisbah diawal melainkan ditentukan sesuai dengan hasil usaha yang didapatkan. Maka dari itu proses perhitungan yang berlaku memang cukup fleksibel mengikuti revenue yang dihasilkan oleh si peminjam. Nah kali ini yang akan dibahas adalah mengenai perhitungan bagi hasil yang ada di bank syariah yakni terhadap dana pihak ketiga yang kemudian diinvestasikan atau dipinjamkan.

Mekanisme dan Tahapan Perhitungan Bagi Hasil

Dana yang dihimpun dari nasabah kemudian akan disalurkan kepada pembiayaan usaha yang prospektif dan masuk dalam kategori halal. Selain itu, ada beberapa perbedaan tahapan perhitungan bagi hasil juga dibandingkan dengan yang sering dilakukan di bank umum. Di bank umum menggunakan bunga flat dan tak ada banyak proses. Sedangkan dalam bank syariah, biasanya ada beberapa tahapan tertentu. Nah beberapa diantara tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
  • Metode perhitungan Revenue Sharing –sebagai dijelaskan diatas bahwa nisbah ditentukan berdasarkan pada revenue atau penghasilan yang didapatkan apakah kecil atau besar.
  • Pemilahan dana – Pihak bank akan memilah mana dana yang masuk mudharabah dan dana mana yang bukan.
  • Melakukan penjumlahan – selanjutnya dana baik yang berasal dari tabungan mudharabah muthalaqah dan deposito dilakukan penjumlahan.
  • Menghitung Rata-rata Pembiayaan – Yang dihitung biasanya meliputi pendapatan sewa, keuntungan dan bagi hasil pada laporan bulanan.
  • Presentase – mengurangkan investasi mudharabah sebesar nilai tertentu sesuai ketentuan bank indonesia.
  • Menentukan pendapatan yang akan dibagi – setelah itu baru kemudian anda bisa menentukan dana yang akan dibagi hasil antara investor dan bank syariah. Kemudian dana itu akan dikurangi dengan income distribution, dana cadangan dan BOP lain.
  • Mulai bagi hasil – biasanya rumusnya adalah income distribution dikali nisbah tabungan dikali perbandingan tabungan dan investasi.
Nah itu adalah sedikit penjelasan yang bisa anda ketahui tentang bagaimana tahapan yang perlu dilakukan untuk membagi hasil. Apa yang dijelaskan diatas biasa digunakan dalam tahapan perhitungan bagi hasil untuk dana pihak ketiga yang ada di bank syariah selama ini. Mungkin saja untuk yang lainnya, ada beberapa perbedaan.
Share

Belum ada Komentar untuk "Tahapan Perhitungan Bagi Hasil Dana Pihak Ketiga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel