Manajemen, Kompetensi dan Problematika SDM Bank Syariah

Manajemen, Kompetensi dan Problematika SDM Bank Syariah
Agar bank bisa berjalan dan bekerja sebagaimana mestinya, maka diharuskan untuk dikelola dengan profesional. Salah satu yang paling berperan disini adalah sumber daya manusia bank syariah yang haruslah memiliki kompetisi dan profesionalisme yang tinggi. Semua penglolaan dimaksudkan agar perusahaan bank bisa melakukan keputusan dengan tepat dan melakukan pengendalian resiko denan bijak agar bisa ditekan sekecil mungkin. 
 
Sumber daya manusia di bank syariah dituntut untuk memenuhi dua tuntutan sekaligus yakni pertama harus mempunya kemampuan teknis dibidang perbankan, dan kedua harus menguasai praktik etika dan moral yang islami dalam setiap pekerjaan yang diembannya.  Dengan menguasai dua hal tersebut, maka sempurnalah SDM yang dimiliki oleh bank tersebut sesuai dengan target dan tujuan operasional bank yakni tidak hanya untuk keuntungan dunia namun juga akhirat. 

Ada beragam pembahasan penting yang harus diketahui tentang sumberdaya manusia yang ada di perbankan syariah ini. Apa saja? Beberapa diantaranya akan saya bahas dalam beberapa poin yang ada dibawah ini. Anda bisa simak dengan baik beberapa pembahasan tentang manajemen, kompetisi dan juga problematika sdm bank syariah itu.

Manajemen SDM Bank Syariah
Manajemen sumber daya yang islami haruslah dilakukan dengan proses perencanaan dan pengawasan yang didasarkan pada aturan dasar Al-Qur’an dan juga Hadis.  Dalam pelaksanaan atau operasional usaha bank syariah, SDM harus tetap sesuai dengan aturan hukum islam yang ada. tak boleh ada penyimpangan dari ketentuan dan prinsip syariah yang ada. Bahkan harus bisa juga mempertimbangkan tentang socio-kultural masyarakat islam yang ada. Sementara itu, lebih jauhnya  pengelolaan SDM syariah itu berdasar pada beberapa hal yakni:
  • Perekrutan – untuk memenuhi formasi struktur dan staf pekerjaan di perusahaan bank syariah, pihak bank tentu harus melakukan proses perekrutan. Biasanya yang ditekankan disini ada pada persyaratan yakni yang memenuhi dan sesuai dengan prinsip syariah seperti harus agama islam, berkerudung untuk wanita dan syarat lainnya.
  • Penyeleksian – sama dengan proses seleksi lain, dalam manajemen SDM bank syariah juga harus bisa dilakukan proses penyeleksian yang baik. Disini yang ditekankan ada dua hal yakni dari segi hard skill tentang perbankan dan juga tentang behaviour yang berhubungan dengan pemahamannya terhadap bank syariah.
  • Penempatan – kemudian setelah diseleksi, SDM ditempatkan yang memang sesuai dengan lowongan yang dilamarnya dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Penempatan ini menjadi bagian penting.
  • Pelatihan – untuk menambah skill dalam pekerjaannya, pihak bank juga bisa melakukan training agar para pekerja lebih paham dan menguasai cara kerja mereka.
  • Pengembangan – ini biasanya berhubungan dengan karir mereka. Jika kinerjanya bagus, maka bukan tak mungkin bisa naik jabatan.
  • Pembinaan keislaman – nah salah satu yang mungkin membedakan dengan bank lain adalah pembinaan keislaman.
Kompetensi Sumber Daya Manusia pada Bank Syariah
Sebagaimana diketahui diatas bahwa sumber daya manusia di bank syariah harus punya kompetensi  yang double yakni tentang perbankan dan kedua tentang moral dan sikap. Jika perihal kompetensi tentang perbankan, mungkin banyak namun yang berkonsep syariah, sepertinya masih terbatas. Namun sebetulnya, ada beberapa hal yang perlu ditekankan dalam kompetensi yang harus dimiliki oleh SDM syariah itu baik ditataran struktural ataupun staf biasa. Beberapa kompetensi yang harus dimiliki diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Core Competency
  • Role Competency
  • Behavior Competency
  • Functional Competency
Problematika SDM Bank di Bank Syariah
Dalam prakteknya terkadang masih ada masalah dalam pengelolaan sdm di bank syariah ini. Hal itu terjadi karena beragam kendala yang dimiliki seperti keterbatasan SDM yang memiliki pemahaman yang baik tentang syariah. Dulu waktu bank syariah muncul, banyak diantara pegawainya yang ditarik dari konvensional, atau banyak juga pegawai baru yang direkrut dengan latar pendidikan yang bukan perbankan syariah. Namun kini sebetulnya sudah bisa diatasi karena pendidikan ikut mendukung dengan menyediakan jurusan-jurusan perbankan syariah.
 
Nah demikian pembahasan tentang manajemen kompetensi dan juga problematika yang selama ini sering dan bahkan masih dihadapi oleh perbankan syariah di indonesia. Semoga kedepannya SDM yang ada  bisa mencukupi dan memiliki keterampilan bukan hanya dari segi perbankan namun juga dari segi sikap keislamannya..
Share

Belum ada Komentar untuk "Manajemen, Kompetensi dan Problematika SDM Bank Syariah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel