Sistem Pengelolaan Dana dalam Asuransi Syariah

Sistem Pengelolaan Dana dalam Asuransi Syariah
Sistem pengelolaan dana asuransi syariah memang memiliki sedikit perbedaan dengan pengelolaan di asuransi biasa (konvensional). Sebetulnya sistem ini muncul atas dasar ‘kritik’ terhadap sistem pengelolaan dalam asuransi konvensional yang dianggap memiliki unsur yang merugikan. Segala sesuatu yang merugikan tentunya tidak sesuai dengan asas dan landasan hukum islam (syariah). Dalam asuransi syariah, segala sesuatunya termasuk juga pengelolaan dana dilakukan dengan sangat hati-hati yakni dengan menjadikan landasan hukum syariah sebagai batasan sekaligus guidance agar tetap sesuai dengan nilai-nilai kejujuran dan keadilan.

Dalam asuransi syariah, sistem pengelolaannya disesuaikan dengan prinsip dasarnya yakni saling membantu, tolong menolong, saling peduli dan saling menanggung. Dalam hal ini posisi perusahaan sebetulnya berbeda dengan yang ada dalam asuransi konvensional. Posisi perusahaan disini adalah sebagai pihak yang diberikan wewenang untuk mengelola uang yang disetorkan. Perusahaan tidak menguasai semua dana tersebut, melainkan hanya membantu mengelolanya. Namun demikian yang namanya perusahaan tentu ingin dapat yang namanya untung, lalu dari mana untungnya? Untungnya dari dana tabungan investasi yang disetorkan oleh  peserta asuransi tersebut ke pihak perusahaan.

Tidak Adilnya Pengelolaan Dana Asuransi Umum

Sudah lazim bahwa dalam asuransi apapun termasuk syariah, ada dana yang disetor oleh para peserta asuransi. Dana tersebut biasa disebut dengan premi yang biasanya disetor secara berkala atau ditentukan oleh akad perjanjian sebelumnya. Premi itu akan berubah menjadi manfaat jika terjadi suatu kejadian atau peristiwa yang dipertanggungkan sebelumnya sesuai dengan perjanjian yang dibuat. 

Manfaat itu bisa didapatkan jika peserta mengajukan klaim atas kejadian atau apa yang menimpanya sesuai syarat yang dipertanggungkan. Akan tetapi dalam asuransi umum; jika pihak peserta memutuskan kontrak ataupun tidak melakukan klaim dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, maka dana yang disetor itu tak akan kembali / tak bisa diambil atau sering disebut ‘dana hangus’. Jelas hal itu tidak adil, dan kemudian asuransi syariah hadir untuk menghilangkan skema yang seperti itu.

Mekanisme Pengelolaan Dana Asuransi dalam Syariah

Nah dalam syariah, ada mekanisme pengelolaan berbeda yakni menyempurnakan mekanisme dalam asuransi konvensional yang dianggap merugikan atau tidak sesuai denganprinsip keadilan. Sebetulnya ada dua mekanisme atau dua jenis pembagian dana yakni yang pertama adalah dana tabaruu, dan yang kedua adalah dana investasi. Lebih lanjut, silahkan anda simak penjelasan lengkapnya dalam poin berikut ini:

Dana Tabarruu..
Dana premi yang disetor oleh peserta nantinya ada bagian sekian persen yang masuk kedalam dana tabarru. Apa itu? dana tabarru ini adalah dana kebajikan yang diniatkan oleh peserta untuk membantu siapa saja yang terkena musibah khususnya adalah para peserta asuransi juga. Jadi dana tersebut akan diberikan jika ada yang terkena musibah saja, demikian juga anda akan dapatkan dana itu jika terjadi musibah yang menimpa anda. 

Dana Investasi
Dana selanjutnya adalah dana investasi. Dana ini akan dimasukan pada rekening investasi khusus dan ini mirip dengan pengelolaan dana deposito. Dana itu yang kemudian akan digunakan untuk dikelola sehingga nanti akan ada bagi hasil sendiri di akhirnya. Jadi dana anda tak akan hangus melainkan malah akan berkembang sesuai dengan kinerjanya. Perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan dari dana ini yakni dari hasil bagi hasil dana investasi tersebut. 

Dalam prosesnya, premi yang disetorkan oleh peserta dalam asuransi syariah ini memang sangat fleksibel baik dari besaran, presentasi, durasi dan lainnya. Dengan begitu letak keadilannya adalah sistem pengelolaan dana asuransi syariah tersebut yang memungkinkan peserta melakukan setor premi dengan menyesuaikannya dengan kondisi keuangan mereka.
Share

Belum ada Komentar untuk "Sistem Pengelolaan Dana dalam Asuransi Syariah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel