Bagaimana Hukum Crowdfunding dalam Islam?

Bagaimana Hukum Crowdfunding dalam Islam?
Hukum crowdfunding dalam islam - Baru-baru ini kita dihadapkan dengan istilah-istilah yang baru salah satunya dalam dunia keuangan seperti financial technology (fintech), crowdfunding, peer to peer lending, p2p financing, dan lainnya. Pada awalnya memang ini bersifat konsep umum namun kemudian ada konsep syariah yang dipakai seperti adanya fintech syariah, crowdfunding syariah, dan banyak lagi yang lainnya. Semua istilah itu mencuat dan berkembang baru-baru ini, meski sebetulnya konsepnya sudah ada sejak lama sekali tersedia.
 
Salah satu yang menarik perhatian adalah crowdfunding. Apa itu crowdfunding? Crowdfunding adalah konsep pembiayaan projek yang dilakukan dengan mengumpulkan uang dalam jumlah kecil dari jumlah orang yang sangat banyak. Sebagian besar pembiayaan projek itu dilakukan untuk kebutuhan social. Salah satu contoh yang  cukup santer dan memang banyak kita dengar dan dilah selama ini ada kitaBisa.com. kini seiring berjalannya waktu, kita bisa menemukan juga beberapa versi yang menggunakan konsep syariah.

Hukum Crowdfunding dalam Islam

Namun sebelum membahas tentang apa saja crowdfunding yang masuk dalam kategori syariah, ada baiknya untuk mengetahui tentang apa hukum crowdfunding dalam islam. Jika ditinjau dari hukum agama islam crowdfunding ini memang tak bertentangan dengan hukum syariat yang ada bahkan bisa dikatakan sangat sesuai. Namun hal itu selama sistem dan konsep yang digunakan memang sesuai dengan aturan-aturan syariah yang ada. jadi penerapan crowd funding ini dibolehkan selama masih memegang nilai-nilai syariat yang ada. 

Dasar Hukum

Dasar hukum dari crowdfunding ini adalah saling membantu, saling tolong menolong dalam kebaikan. Selama ini apa yang didanai dalam crwodfunding adalah projek sosial seperti membantu kemiskinan dan banyak lagi yang lainnya. Adapun ragamnya ada banyak sekali mulai membantu kesusahan, membantu bangun perumahan, dan banyak lagi yang lainnya. Ada yang mengatakan kalau hidup ini adalah urunan. Ya betul sekali, kita memang harus urunan untuk kebaikan. Berikut dasar ayatnya:

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ” (QS. Al Maidah: 2).
 
Dari dasar aat diatas, kita bisa melihat bahwa crowdfunding ini adalah salah satu jalan untuk umat muslim menanam kebaikan saling menolong dengan cara amal jariyah untuk kebutuhan charity sosial yang akan jadi amal kebaikan untuk kehidupan akhirat. 

Harus Memenuhi Aspek Kehalalan
Kemudian ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan oleh crowdfunding agar sesuai dengan nilai-nilai syariah. Salah satu aspek penting tersebut adalah aspek kehalalan. Ini adalah yang membedakan crowd islami dengan yang konvensional. Apa saja aspek kehalalan yang harus diperhatikan itu sebetulnya? Ada banyak sekali namun secara umum adalah sebagai berikut ini:
  • Akad yang Digunakan
  • Projek yang Didanai
  • Platform yang Digunakan
Nah selama memenuhi beberapa aspek tersebut, maka kemudian dapat dikatakan jika crowdfunding ini memang halal dan layak untuk digunakan. Saat ini sudah banyak platform crowdfunding  berbasis teknologi informasi yang bisa kita temui. Mereka memang mengusung konsep syariah sehingga bisa kita gunakan tanpa harus bertanya tentang hukum crowdfunding dalam islam.
Share

Belum ada Komentar untuk "Bagaimana Hukum Crowdfunding dalam Islam?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel