Hukum Asuransi Non Syariah; Gharar, Maisir dan Riba!

Hukum Asuransi Non Syariah; Gharar, Maisir dan Riba!
Hukum asuransi non syariah sebelumnya memang ada dalam lingkup perdebatan (debatable). Ada yang mengatakan boleh dan ada juga yang tidak membolehkan. Kemudian pada akhirnya setelah dilakukan analisa mendalam dan juga usaha ijtihad dari para ulama, kemudian ditetapkan jika asuransi konvensional itu haram. 

Pasca diharamkannya itu, lalu kemudian munculan solusi yakni adanya sistem asuransi yang berlandaskan syariah atau bisa disebut juga dengan asuransi syariah ataupun takaful. Dalam takaful ini, sistem asuransi hampir sama namun landasan dan sistem hukum yang digunakan adalah benar didasari hukum islam yang jelas. 

Apa dasar orang yang mengatakan kalau asuransi non syariah itu halal? Ada beberapa hal yang kemudian dijadikan dasar pijakan oleh mereka diantaranya tidak ada nash yang melarang, adanya kerelaan dari keduabelahpihak, saling menguntungkan dan banyak juga yang lainnya. Namun sayang hukum asuransi non syariah jelas haram dimana alasan diatas dibantah dengan adanya penjelasan umum dan detail terhadap asuransi non syariah itu. 

Hal itu juga sekaligus memperbaiki sistem asuransi yang ada dengan rekomendasi sistem yang lebih islami atau syariah sehingga kemudian akan sangat menguntungkan.

Ketidaksesuaian Asuransi Non-syariah

Ada ketidaksesuaian asuransi non syariah dengan konsep dan juga sistem hukum islam yang ada. Nah dimana saja letak ketidaksesuaian tersebut? Nah hal terpenting adalah bagaimana sebetulnya ketidaksesuaian tersebut dan dimana letak ketidaksesuaiannya itu. setidaknya ada tiga hal yang dianggap tidak sesuai itu. apakah anda tahu apa saja? Kalau belum tahu, mari kita simak penjelasannya dengan matang berikut ini:

Terdapat Unsur Ketidakjelasan (Gharar)
Hal yang menjadi penyebab keharaman asuransi non syariah adalah karena memang tidak ada kejelasan melainkan adanya ketidakjelasan. Ketidakjelasan sistem atau biasa juga disebut dengan gharar. Dimana letak ketidakjelasannya itu? Letaknya ada pada klaim dan premi; dimana terkadang pemegang polis hanya baru satu kali bayar namun sudah melakukan klaim karena musibah yang dihadapinya. Sementara itu yang lain terkadang sudah berkali-kali bayar premi, namun tak pernah melakukan klaim karena memang tak ada musibah. 

Terdapat Unsur Perjudian (Maisir)
Nah kemudian dalam asuransi ini juga terdapat unsur maisir. Dimana letak maisir tersebut? letaknya ada dalam transfer of risk. Karena adanya unsur ini, maka akan ada pihak yang merasa dirugikan tidak hanya satu pihak namun dua pihak. Pihak mana maksudnya? Maksudnya adalah pihak perusahaan dan peserta asuransi. Pihak perusahaan akan untung jika tak ada klaim yang dilakukan peserta. Seblaiknya mereka akan rugi kalau banyak yang melakukan klaim dibanding dengan yang melakukan premi. Sementara bagi peserta, dia juga akan rugi jika terus bayar klaim dalam waktu lama namun tak pernah klaim apalagi jika dananya hangus.

Terdapat Unsur Bunga (Riba)
Lalu kemudian unsur  lain yang ada dalam non syariah yang tidak sesuai dengan sistem syariah ini adalah adanya unsur riba. Terkadang untuk dapat keuntungan, pihak perusahaan asuransi menyimpan dana premi yang disetor peserta di lembaga yang menerapkan sistem riba. Selain itu ada penukaran yang tidak adil juga antara premi yang disetor dengan klaim yang didapatkan saat dapat musibah. Ini masuk pada salah satu jenis riba karena ada penambahan, namanya riba fadhl. 

Dari ketiga unsur diatas sangat jelas sekali kalau memang asuransi khususnya konvensional, itu memang tidak sesuai dengan prinsip kehidupan dalam syariah. Alqur’an dan  hadis memang sudah menyebutkan semua hal tersebut dan memang bisa diterapkan dalam beragam kebutuhan dan aktivitas muamalah manusia termasuk juga dalam berasuransi.  Lebih jelas, anda bisa temukan hukum asuransi non syariah dalam artikel lain di blog ini..
Share

Belum ada Komentar untuk "Hukum Asuransi Non Syariah; Gharar, Maisir dan Riba!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel