Inilah Fintech Lending Syariah Pertama di Indonesia

Inilah Fintech Lending Syariah Pertama di Indonesia
Geliat dunia financial technologi khususnya di indonesia bertumbuh dengan cukup sifnifikan bahkan kini ada fintech lending syariah pertama di indonesia. Didukung oleh infrastruktur teknologi informasi yang mumpuni beserta sumber daya manusia yang terlatih, kini bermunculan aplikasi fintech. Kemunculan fintech sebagai bagian dari solusi kemudahan dalam jasa keuangan ini dikembangkan bukan hanya oleh lembaga bank namun juga (bahkan lebih banyak) ditawarkan oleh Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB). Hal itu ditunjukan dengan banyaknya perusahaan-perusahaan yang membuka jasa keuangan menggunakan aplikasi fintech ini.

Regulasi Fintech di Indonesia

Dalam upaya mewujudkan perkembangan lembaga fintech yang sesuai, kemudian pemerintah melalui otoritas jasa keuangan (OJK) membentuk bidang khusus yakni bidang Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech. Bidang tersebut kemudian menghasilkan sebuah regulasi khusus yakni Peraturan OJK No. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Langsung Berbasis Teknologi. Dengan adanya regulasi itu, kemudian banyak perusahaan yang mengajukan ijin untuk membuka usaha dalam bidang fintech khususnya fintech lending. 

Ratusan Perusahaan Fintech Ajukan Perijinan

Sudah ratusan perusahaan mengajukan ijin untuk regulasi tersebut, namun baru puluhan saja yang diberikan ijin. Sebagian dari sisanya masih dalam tahapan valiadasi data dan syarat lain dalam perijinan tersebut. namun sayang, fintech lending syariah masih terjegal karena belum ada regulasi jelas karena masih dalam tahap penyempurnaan regulasi sesuai kebutuhan. Namun alhamdulillah, belum lama ini, dari puluhan fintech lending yang disetujui, baru satu yang berasal dari syariah. Siapakah dia?

Fintech Syariah Pertama di Indonesia
Fintech lending berbasis syariah pertama di indonesia yang ditandai dengan ijin dari OJK tersebut adalah PT Ammana Fintek Syariah. Hal itu tertuang dalam surat tanda bukti terdaftar Nomor S-1320/NB.2234/2017 tertanggal 22 Desember 2017. Sementara itu untuk bank umum, inilah bank digital pertama di indonesia. Setelah terdaftar dan mendapatkan ijin, maka kemudian perusahaan tersebut berhak untuk mulai melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah.

Apa dan Siapa PT Ammana Fintek Syariah?

Dikutip dari laman resminya PT Ammana Fintek Syariah yakni ammana.id, fintech lending itu diketuai oleh Supriyono yang juga sekaligus sebagai co-founder. Kemudian ada juga dua advisor yakni M. Hossein dan Ikhwan A Basri. Perusahaan itu memiliki cita-cita mulya yakni membebaskan para pelaku usaha dari riba. Adapun yang menjadi target utamanya adalah mereka pengusaha dari kalangan UMKM.
Adapun visinya adalah “Ammana ingin semua masyarakat global mudah menjadi pemodal dan mengambil bagian dalam pemberdayaan UMKM di Indonesia secara syar'i”. Sementara salah satu bentuk skema yang ditawarkan adalah sebagaio berikut:

Fintech Syariah Perlu Prioritas Pengembangan
Jika melihat kondisi indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia, sudah sebaiknya dan sewajarnya jika pengembangan fintech syariah ini dilakukan dengan lebih prioritas. Ya, khususnya dalam hal pendanaan yang mana akan sangat dibutuhkan sekali oleh umat muslim yang tidak mau dan tidak ingin terjerat oleh riba. Prioritas itu sudah dilakukan oleh pemerintah tepatnya oleh OJK yang coba melakukan penyesuaian kebijakan / regulasi yang sesuai dengan asas syariah. Lebih lanjut, OJK juga berupaya menciptakan infrastruktur regulasi yang jelas untuk menciptakan ketertiban, kenyamanan, keamanan  dan kepastian baik bagi masyarakat ataupun juga industri.
Share

Belum ada Komentar untuk "Inilah Fintech Lending Syariah Pertama di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel