10+ Ciri Asuransi Syariah yang Paling Menonjol

10+ Ciri Asuransi Syariah yang Paling Menonjol
Banyak yang tertarik untuk beralih ke asuransi berbasis syariah. Nah, apakah anda tahu seperti apakah ciri asuransi syariah itu? apakah memang beda jauh dengan asuransi konvensional atau hampir mirip. Lalu apakah memang sulit untuk membedakan antara asuransi syariah dengan asuransi umum sehingga kita harus tahu dan paham ciri-cirinya.? Nah pertanyaan-pertanyaan tersebut memang harus bisa kita jawab sebelum benar-benar mendalami apa yang dimaksud dengan itu dan apa keuntungan yang bisa kita dapatkan.

Sebetulnya untuk mengetahui asuransi syariah, kita harus paham dulu dengan asuransi umum. Kenapa? Ya karena kehadiran asuransi syariah itu adalah setelah sebelumnya ada asuransi umum karena dengan begitu, maka kita akan paham secara integral yang menjadi ciri pembeda dengan asuransi umum. Nah kali ini, saya hanya akan meringkas ciri-ciri yang paling menonjol saja. Sementara untuk pembahasan tentang perbedaan asuransi syariah dan konvensional, akan saja jelaskan dalam artikel khusus secara panjang. 

Ciri - ciri Asuransi Syariah

Nah yang menjadi pertanyaan utama dalam artikel ini adalah tentang apa yang menjadi ciri dari asuransi syariah itu. Apakah anda sudah siap untuk menyimaknya? Yuk kalau begitu kita simak beberapa poin yang ada di bawah ini:

1# Asuransi Syariah Didasari Prinsip Saling Menolong
Nah perlu diketahui bahwa prinsip yang digunakan dalam asuransi syariah ini dasarnya adalah saling tolong menolong (ta’awun). Tolong menolong dalam apa? Tentunya adalah tolong menolong dalam berbagi resiko. Maksudnya gimana? Kita tahu bahwa tak ada yang tahu kapan musibah datang, namun kita harus siap untuk itu. dengan konsep asuransi ini, maka kita sudah bisa bantu orang yang sedang musibah, demikian juga ketika musibah itu menimpa kita.

2# Sumber Hukum yang Jelas dan Lengkap
Asuransi dalam konsep syariah ini juga berasal dari sumber hukum yang tinggi yakni al-qur’an dan hadis. Namun dalam operasionalnya, tetap asuransi islam ini mengacu pada hukum positif yang ada, bahkan ada juga arahan dari fatwa-fatwa ulama yang menjadi landasan dan panduan hidup umat islam di zaman sekarang.

3# Akad Sesama Peserta Menggunakan Akad Tabarru
Hal lain yang menjadi ciri khusus adalah adanya penggunaan akad. Selama ini baik dalam bank, atau lainnya, perbedaan mencolok dari muamallah islam adalah adanya akad. Nah akad inilah sebetulnya yang menjadi penentu halal atau haramnya suatu aktivitas bisnis. Dalam hal asuransi, akad yang digunakan adalah tabarru, apa itu? sesama peserta saling berderma untuk membantu salah satu anggota yang mendapatkan musibah.

4# Akad Tijari untuk Operasional Perusahaan
Ada dua akad yang digunakan dalam asuransi syariah ini yakni tabarru dan juga tijari. Kalau tabarru adalah untuk sesama peserta asuransi sedangkan tijari adalah yang mengatur bagaimana operasional perusahaan dijalankan. Adapun beberapa akad tijari yang digunakan bisa mudharabah, mutsyarakkah, atau bisa juga menggunakan wakalah bil ujrah. Akad-akad tersebut digunakan untuk mendasari bagaimana perusahaan mengelola dana peserta.

5# Tak Ada Dana Hangus
Hal yang menarik dan mengundang banyak orang untuk memilih asuransi syariah adalah karena tak ada dana hangus. Dulu banyak yang ikutan asuransi umum namun sayang tak sedikit diantara mereka karena dana yang sudah disetor menjadi hangus karena tak ada klaim yang dibuat. Nah dalam syariah tentu dana hangus merupakan hal yang merugikan peserta dan tentunya tidak sesuai dengan nilai-nilai syariah yang ada.

6# Dana yang Disetor Akan Tetap Jadi Milik Peserta..
Nah ini lanjutan atau alasan kenapa tak ada dana hangus itu. ya karena memang dana yang disetor akan tetap jadi milik peserta. Pihak perusahaan asuransi syariah hanya berperan sebagai pengelola (mudharib) saja.

7# Tak Ada Pihak yang Paling Kuat
Nah dalam asuransi syariah juga tak ada pihak yang paling kuat karena memang semuanya sama-sama punya peran. Semua keputusan yang diambil oleh mudharib itu tidak semena-mena melainkan harus ada izin dari mudharib termasuk dalam penentuan imbalan kepada mudharib dalam pengelolaan dana asuransi yang disetor itu.

8# Diawasi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN)
9# Harus Terhindar dari unsur Riba, Gharar dan lainnya
10# Budaya Perusahaan Harus Berdasarkan Syariah Islam
11# Menganut Prinsip Pemisahan Entitas Dana Kelolaan


Nah demikian sedikitnya beberapa hal yang sangat menonjol dan menjadi pembeda dari asuransi umum. Selain beberapa hal yang disebutkan diatas, mungkin masih banyak diantara ciri asuransi syariah lainnya.
Share

Belum ada Komentar untuk "10+ Ciri Asuransi Syariah yang Paling Menonjol"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel